Debt Collector Pinjaman Online, Apa dan Bagaimana Kerja Mereka?

tunaiku part of Bank Amar

Istilah debt collector tentu tidak asing lagi di benakmu. Akan tetapi, sudahkan kamu tahu arti sebenarnya dari istilah tersebut? Debt collector adalah pihak yang bertugas menagih hutang atau tunggakan dari para debitur. Bahkan kini, terdapat debt collector pinjaman online yang memudahkan para pemberi pinjaman online untuk menagih tunggakan pelunasan.

Definisi Kerja dan Peran Debt Collector

Debt collector mempunyai peran penting dalam kaitannya dengan kelancaran sistem pembiayaan. Pada umumnya, tidak jarang terjadi kasus kredit macet yang disebabkan penerima dana atau debitur terlambat membayar cicilan pelunasan dana pinjaman. Akibatnya, aliran kas dari penyedia dana tidak stabil, bahkan bisa defisit jika banyak kasus kredit macet.

Di sinilah peran penting dari debt collector. Dalam pelaksanaannya, tugas penanganan dari kredit macet diberikan pada debt collector yang terdiri dari beberapa orang. Sebelum terjun ke lapangan untuk melakukan penanganan kepada debitur, terdapat pendataan kredit yang bermasalah hingga kredit macet.

Setelah pendataan selesai, selanjutnya adalah membagi tugas kepada beberapa orang yang bertugas di lapangan. Prosedur dalam penagihan ini juga tersedia dan harus dipatuhi agar tidak melanggar HAM akibat adanya unsur paksaan atau kekerasan. Tata cara dalam penagihan ini disesuaikan dengan kasusnya. Penagihan lebih tegas apabila kasusnya berat.

Demikianlah sistem kerja dari debt collector yang berperan menagih nasabah pembiayaan yang terlambat membayar cicilan pelunasan dana pinjaman. Perannya tersebut sangat membantu perusahaan leasing atau lembaga perbankan untuk menyelesaikan persoalan kredit bermasalah hingga kredit macet, sehingga aliran kasnya kembali stabil.

Status Pekerjaan Debt Collector

Lalu, bagaimana status pekerjaan sebagai debt collector? Poin ini sangat penting untuk diketahui. Belum banyak orang yang mengetahui tentang status pekerjaan ini. Status debt collector ini ada dua, yaitu berasal dari internal perusahaan dan dari luar perusahaan (agen).

Debt collector yang berasal dari internal perusahaan terbagi lagi menjadi dua, yaitu merupakan karyawan tetap dan karyawan kontrak. Pada umumnya, terdapat sistem training untuk menduduki posisi ini. Usai masa training, debt collector bisa menerima beberapa tunjangan.

Debt collector yang berasal dari pihak ketiga atau agen juga melalui masa training oleh perusahaan pembiayaan. Kerja sama yang dilakukan antara agen dengan perusahaan pembiayaan atau perbankan juga mempertimbangkan tunjangan untuk debt collector yang dalam hal ini statusnya adalah pegawai outsourcing atau pegawai sistem kontrak eksternal.

Terlepas dari statusnya, setiap debt collector harus terdaftar di lembaga Kemenkum HAM. Hal ini sangat penting dilakukan agar tindakan penagihan yang dilakukan mempunyai kewenangan hukum, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman ketika melakukan tindakan tegas saat penagihan.

Selain itu, debt collector bisa mempertimbangkan tindakan saat di lapangan agar sebisa mungkin tidak melanggar hukum, seperti tindakan kekerasan. Kesejahteraan para penagih ini juga akan terjamin keamanannya.

Jadi, debt collector adalah pihak sudah terbiasa berhadapan dengan persoalan kredit macet. Mengenai status pekerjaan, debt collector pinjaman online ataupun tidak, tentunya harus terdaftar dalam Kemenkum HAM agar tindakan penagihannya tidak dinilai sebagai pemaksaan.

Post Author: Ameria T

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.