Tips Menjadi Kolektor yang Sukses

tunaiku part of Bank Amar

Banyak orang yang memahami bahwa collector merupakan juru tagih, baik dari perusahaan perbankan maupun pembiayaan atau leasing. Legalitas debt collector juga menjadi rasa kepercayaan tersendiri bagi nasabah. Seorang debt collector harus punya skill menagih dengan pendekatan persuasif. Berikut tips menjadi kolektor yang sukses.

1.      Membangun Citra

Masyarakat menganggap kolektor adalah orang yang menyeramkan dan berperilaku kasar. Citra ini harus diubah dengan cara membangun persepsi kolektor pihak yang bisa berperan sebagai konsultan dalam memberikan solusi atas permasalahan yang dialami nasabah.

Hal ini bisa dari pakaian yang sopan, negosiasi dengan bahasa yang baik sehingga bisa menemukan jalan keluar. Performance-mu juga harus menunjukkan orang kantoran yang berpenampilan menarik. Pendekatan persuasif akan membantu nasabah lebih suka dan percaya.

Kamu tidak harus ke inti yang serius, bisa juga dengan bergurau santai terlebih dulu. Setelah ada waktu tepat, maka kamu bisa berbicara mengenai angsuran nasabah. Sehingga nasabah merasa nyaman dengan obrolan singkat tersebut.

2.      Membangun Hubungan dengan Nasabah

Hubungan baik dengan nasabah tidak hanya dilakukan oleh marketing. Kolektor pun bisa membangun hubungan baik dengan para nasabahnya. Tugas mengingatkan dan menjemput angsuran merupakan salah satu hubungan baik.

Lakukan tugasmu dengan benar, misal dengan tidak lapping angsuran. Anda juga harus melakukan jemput bola untuk meminimalisir terjadinya keterlambatan angsuran. Jangan sampai uang sudah disiapkan nasabah terpakai untuk hal lain karena kamu tidak datang untuk mengambilnya.

3.      Kemampuan Teknis dan Analisis

Sebagai debt collector, Anda harus punya kemampuan teknis maupun analisis. Jika memiliki situasi di lapangan yang belum dipahami ada baiknya tanyakan ke senior dan head collector. Sebagai orang yang lebih berpengalaman, tentu mereka memiliki solusi tepat untuk permasalahan di lapangan.

Sebaiknya kamu mengikuti lembar kontrol yang diberikan oleh head collector agar bisa tetap fokus. Mintalah map aplikasi konsumen bermasalah ke bagian administrasi untuk melihat kelengkapan data. Sehingga kamu bisa menentukan untuk lebih rutin melakukan kunjungan ke orang tersebut.

Jangan lupa, kamu harus menyimpan nomor ponsel nasabah dan kirimkan pesan sehari sebelum dikunjungi, terlebih bagi nasabah yang lancar. Sedangkan konsumen yang terlambat bayar jangan dilakukan pemberitahuan, kamu harus langsung mengunjunginya. Kamu juga harus menghindari pemberian dalam bentuk apapun.

Setelah image debt collector di masyarakat kurang baik, kamu harus menjadi yang berbeda dengan anggapan mereka. Ubahlah penampilan sehingga menunjukkan legalitas debt collector milikmu. Penting juga untuk menerapkan ketiga tips menjadi kolektor yang sukses ini.

Post Author: Ameria T

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.